Pasang Surut Peran Wanita dalam Periwayatan Hadis
DOI:
https://doi.org/10.62359/dirayah.v1i02.33Keywords:
riwayatan, hadis, perawi wanitaAbstract
Tidak bisa dipungkiri, bahwa wanita memiliki peran besar dalam periwatan hadis-hadis Nabi SAW, baik pada masa Rasulullah SAW hidup dan sesudahnya. Di dalam Kitab al-Mu’jam al-Kabîr Karangan Imam at-Thabarânî (360 H) terdapat 281 perawi wanita dari berbagai thabaqat. Sebagaian besar perawi wanita berasal dari kalangan sahabiyyat yaitu sebanyak 168 perawi, dari kalangan tabi’iyyat terdapat 95 perawi; dan dari kalangan tabi’iyyat tabi’in 18 orang perawi wanita.
Dalam penelitian ini, penulis lebih menekankan peran dari segi kuantitas perawi wanita mulai dari generasi Shahabiyaat sampai Tabi’iyyat Tabi’in yang terdapat di dalam kitab al-Mu’jam al-Kabîr karya Imam Thabarânî (360 H). Alasan pemilihan kitab ini karena ia merupakan kitab hadis terbesar dan dikategorikan kitab hadis yang lahir pada abad keempat Hijriyah dengan asumsi akan dapat menemukan lebih banyak perawi wanita dibandingkan kitab hadis yang lain.
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan bersifat deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini untuk menemukan nama-nama perawi wanita adalah kitab al-Mu’jam al-Kabir. Adapun untuk menelusuri thabaqat para perawi, penulis merujuk pada kitab-kitab tarajum, yaitu: al-Ishâbah fî Tamyîzi ash-Shahâbah, Tahdzîbu at-Tahdzîb, Taqribu at-Tahdzîb ketiganya karya Ibn Hajar, Tahdzibu al-Kamâl karya al-Mizzy, ats-Tsiqât Ibn Hibban, Siyar A’lam an-Nubala` karya adz-Dzahabi, Usudu al-Ghâbah fi Ma’rifati ash-Shahâbah karya Ibnu ‘Atsir.
Downloads
References
Abu Zahu, Muhammad Muhammad, (1378 H) al-Hadis wal Muhaddisun, Kairo: Syirkah
Musahamah Misriyah.
Abu Ubaidah Masyhur, (1994), Inayatu an-Nisa’ bi al-Hadis an-Nabawi, Saudi Arabia : Dar ibn
Affan.
Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail Abu Abdillah, (1420 H), Shahih al-Bukhari, Damaskus : Dar
Thauq an-Najah.
Adz-Dzahabi, Syamsuddin Abu Abdullah Muhammad bin Ustman, (1985), Siar A’lam an-
Nubala’, Beirut : ar-Risalah.
____________, Mizanul I’tidal, Mizanul I’tidal fi Naqd ar-Rijal, Beirut : Dar Ma’rifah, 1963.
Asy-Syukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah, (1993), Nailu al-Authar,
Mesir : Dar al-Hadîs
Arakunto, Suharsini, (1998), Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka
Cipta.
Ibn Hajar al-Asqalany, al-Hafidz Syihabuddin Ahmad bin Ali, (1995), Tahdzib at-Tahdzib, Beirut
: Darul Fikr.
____________, (1986), Taqribu at-Tahdzib, Syiria : Dar Rasyid.
____________, (1415 H), al-Ishabah fi Tamyizi ash-Shahabah, Beirut : Dar Ilmiah.
Ibnu Atsir, Abu Hasan Ali bin Abi Karam Izzuddin, (1994), Usudul Ghabah fi Ma’rifatir Rijal,
Beirut : Dar Kutub Ilmiah.
Ibnu Hibban, Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban, (1973), ats-Tsiqat, Abad, Dar
Ma’arif.
‘Itr, Muhammad, (1997) Minhaj an-Naqd fi Ulum al-Hadis, Damaskus : Dar Fikr.
Al-Mizzy, Yusuf bin Abdurrahman, bin Yusuf, Abu al-Hajjaj Jamaluddin bin Zaki, (1980),
Tahdzibul Kamal fi Asma’ ar-Rijal, Beirut : Mausuah Risalah.
Moleong, Lexy J, (2006), Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandug : Remaja Rosdakarya.
Irawan, Prasetya (2006), Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial, DIA FISIP
UI.
Thahan, Mahmud, (2004), Taisir Mushthalah al-Hadis, Kuwait : Maktabah Ma’arif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Muhammad Iskandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






